Rabu, 10 April 2013

Analisis Standar Kompetensi PKn SD kelas 3 semester 2


Evi Sulistyorini
 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
Guru sebagai seorang pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam pencapaian tujuan dan akhir dari pendidikan kewarganegaraan dikelas rendah maupun dikelas tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut guru perlu menganalisis SK dan KD sebelum melakukan proses pembelajaran, dengan menganalisis SK dan KD guru akan mudah menyampaikan materi kepada peserta didiknya, selain itu guru juga harus menerapkan strategi, Metode, dan Model yang cocok diterapkan dalam setiap KD yang akan diajarkan sehingga siswa tidak merasa bosan selama mengikuti pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Strategi, metode, model dan media pembelajaran apa yang tepat untuk standar kompetensi 3 kelas III semester 2?
2.      Strategi, metode, model dan media pembelajaran apa yang tepat untuk standar kompetensi 4 kelas III semester 2?

C.    Tujuan dan Manfaat
1.      Mahasiswa dapat mengetahui standar kompetensi dan kompetensi dasar  mata pelajaran pkn kelas III semester 2.
2.      Mahasiswa dapat menganalisis strategi, model, metode dan media yang tepat sesuai dengan standar kompetensi 3 kelas III semester 2.
3.      Mahasiswa dapat menganalisis strategi, model, metode dan media yang tepat sesuai dengan standar kompetensi 4 kelas III semester 2.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Analisis Standar Kompetensi 3. Memiliki harga diri sebagai individu
1.   Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)    Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran yang cocok digunakan pada KD 3.1 mengenal pentingnya harga diri yaitu menggunakan strategi heuristik yaitu kegiatan pembelajaran terpusat pada siswa. Pada pembelajaran ini, guru memberikan contoh-contoh nyata yang berkaitan dengan materi dimana contoh yang diberikan oleh guru merupakan hal yang sering muncul di lingkungan sekitar siswa sehingga siswa dapat memahami apa yang disampaikan oleh guru.  Contoh : guru memberikan contoh kisah nyata tentang seseorang yang tidak mempunyai rasa percaya diri karena suatu kekurangan yang dimiliki. Dari cerita yang dibacakan oleh guru, siswa bisa mengetahui bahwa memiliki harga diri itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
b)            Model pembelajaran
·                Pembelajaran berdasarkan masalah
Pada materi ini, guru menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah dengan tujuan agar siswa lebih mengenal betapa pentingnya harga diri melalui suatu cerita yang disampaikan oleh guru. Misalnya guru mengambil contoh masalah yaitu mengenai dua orang yang bertengkar disebabkan oleh salah satu pihak yang merendahkan kemampuan temannya. Pada akhirnya kedua pihak tersebut bertengkar. Berdasarkan masalah yang disampaikan oleh guru, siswa diminta untuk meneliti penyebab masalah. Pada akhirnya siswa dapat menyimpulkan bahwa harga diri seseorang itu sangat penting.
Guru bisa juga memberikan suatu gambar dimana dalam gambar tersebut mengungkap suatu perilaku yang berkaitan dengan pentingnya mengenal harga diri. Misal : gambar seseorang yang mendapatkan penghargaan karena berprestasi.
c)    Metode pembelajaran
1)                  Sosiodrama
Pembelajaran dengan metode sosiodrama diharapkan mampu menambah daya serap peserta didik dalam memahami pokok bahasan yang diajarkan guru. Dalam hal ini, pokok bahasan berhubungan dengan pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan siswa sehari-hari selaku makhluk sosial. Siswa secara berkelompok mendapatkan peran masing-masing yang harus diperagakan didepan kelas. Contoh : cerita siswa yang mendapatkan suau prestasi. Harapannya sesudah mempraktikkan kegiatan ini, siswa mengetahui bahwa harga diri sangat penting dan yang bisa meningkatkan harga diri seseorang adalah orang itu sendiri.
2)                  Ceramah
Guru menggunakan suatu metode ceramah dalam menyampaikan materi mengenal harga diri kemudian siswa menanggapi hal yang disampaikan oleh guru sehingga terjadi suatu proses timbale balik antara guru dengan siswa.
3)                  Tanya jawab
Dalam kegiatan pembelajaran ini, guru beriteraksi dengan siswa melalui tanya jawab yang berlangsung. Guru melontarkan pertanyaan kepada siswa mengenai masalah yang timbul berkaitan dengan materi harga diri kemudian siswa menjawab pertanyaan dari guru. Sehingga kegiatan pembelajaran terkesan hidup.
d)   Media pembelajaran
·                     Media Cetak : Buku
·                     Media visual : Gambar seseorang yang mendapatkan penghargaan





e)    Penilaian


2.      Kompetensi Dasar 3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain-lain
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)    Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan adalah heuristik atau terpusat pada aktivitas siswa. Dalam strategi ini siswa aktif dalam pembelajaran, guru hanya memberi stimulus yang dapat direspon siswa. Siswa diminta untuk memberikan contoh perilaku yang dilakukannya dalam rangka meningkatkan harga diri. Kemudian diminta untuk memberikan contoh bentuk harga diri yang pernah dilihat siswa di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
b)    Model Pembelajaran
Pada KD 3.2 memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain-lain menggunakan model pembelajaran. Materi ini berhubungan dengan materi sebelumnya, sehingga terdapat kaitan. Guru menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah dimana guru menunjukkan masalah dengan didukung oleh gambar yang ada. Diharapkan siswa bisa mencari contoh lain yang berkaitan dengan upaya membentuk harga diri.
c)    Metode Pembelajaran
1)                  Metode example dan non example
Guru memberikan contoh gambar yang menunjukkan konsep meningkatkan harga diri dan membandingkannya dengan gambar yang tidak menunjukkan konsep dalam upaya mengembangkan harga diri. Kemudian siswa diminta untuk memberikan contoh lain dari perilaku yang mencerminkan peningkatan harga diri. Harapannya siswa dapat membedakan antara contoh yang baik dengan contoh yang tidak baik.
2)                  Tanya jawab
Dalam kegiatan pembelajaran ini, guru beriteraksi dengan siswa melalui tanya jawab yang berlangsung. Guru memberikan respon atas pertanyaan siswa mengenai contoh bentuk harga diri.
d)   Media Pembelajaran
1)      Media cetak
Buku
2)      Media visual
Gambar seseorang yang meningkatkan harga diri (perolehan prestasi)
Gambar seseorang yang tidak bisa menjaga harga diri




e)    Penilaian

3.    Kompetensi Dasar 3.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)    Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan adalah heuristik atau terpusat pada aktivitas siswa. Dalam strategi ini siswa aktif dalam pembelajaran, sementara guru sekedar memberi stimulus yang dapat direspon siswa. Hal ini terlihat dari metode yang digunakan yaitu siswa diminta untuk mendemostrasikan didepan kelas, dengan demonstrasi ini diharapkan siswa dapat membedakan perilaku yang mencerminkan harga diri dan perilaku yang tidak mencerminkan harga diri.
b)   Model Pembelajaran
Picture and Picture
Langkah – langkah kegiatan pembelajaran:
1)      Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
Di langkah ini guru diharapkan menyampaikan apa saja yang menjadi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang bersangkutan. Dengan demikian maka siswa dapat mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya.
2)    Guru menyampaikan materi sebagai pengantar
Penyajian materi sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting, dari sini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat dimulai dari sini. Karena guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian siswa yang selama ini belum siap.
3)      Guru menunjukkan/ memperlihatkan gambar – gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi.
4)      Setelah guru menyampaikan materi guru memperlihatkan gambar – gambar menenai perilaku yang mencerminkan harga diri misalnya, gambar seorang siswa yang tidak mencontek, membantu teman yang kesusahan, bersikap sopan terhadap orang lain, jujur, dan bertanggung jawab.
5)      Guru menunjuk/ memanggil siswa secara bergantian untuk memasang/mengurutkan gambar – gambar menjadi urutan yang logis.
6)      Guru menyediakan tabel untuk memasangkan gambar perilaku yang mencerminkan harga diri dan gambar yang tidak mencerminkan harga diri. Kemudian guru menyiapkan gambar – gambar tersebut ke sebuah tempat yang berbeda, Guru memanggil salah satu siswa secara acak untuk memasangkan gambar ke depan sesuai petunjuk yang diberikan oleh guru.
7)      Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
8)      Dari alasan/ urutan gamabr tersebut guru mulai menanamkan konsep/ materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
9)      Guru memberikan penekanan-penekanan pada hal yang dicapai dengan meminta siswa lain untuk mengulangi, menuliskan atau bentuk lain dengan tujuan siswa mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam pencapaian KD dan indicator yang telah ditetapkan. Pastikan bahwa siswa telah menguasai indicator yang telah ditetapkan.
10)  Kesimpulan
Di akhir pembelajaran, guru bersama siswa mengambil kesimpulan
sebagai penguatan materi pelajaran.
     Dari kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat memahami dan membedakan perilaku yang mencerminkan harga diri dan perilaku yang tidak mencerminkan harga diri berdasarkan gambar dengan tepat.
c)    Metode Pembelajaran
1)                   Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah pertunjukan / penampilan tingkah laku yang di contohkan agar dapat dipahami oleh peserta didik, baik secara nyata maupun secara tiruan. Dalam KD ini aplikasinya yaitu siswa diminta maju kedepan kelas kemudian siswa yang lain diminta mengamati temannya yang maju untuk dapat perilaku yang mencerminkan harga diri dan perilaku yang tidak mencerminkan harga diri. Metode ini sangat tepat untuk guru yang akan memulai mengenalkan materi pada siswa, dimana anak usia SD akan lebih memahami materi pembelajaran jika disajikan secara nyata( tidak abstrak).
2)                  Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan suatu metode yang bertujuan untuk menarik perhatian siswa agar lebih terpusat kepada proses pembelajaran. Dengan adanya  metode ini, pemahaman siswa menjadi lebih mendalam. Apabila siswa kurang konsentrasi, guru dapat melontarkan pertanyaan sebagai salah satu upaya membangkitkan konsentrasi siswa.
Aplikasinya dalam pembelajaran KD ini yaitu setelah siswa mengamati demonstrasi yang telah dilakukan kemudian siswa diberikan pertanyaan-      pertanyaan yang sifatnya menggali pengetahuan siswa dan mengarahkan siswa pada fokus pembelajaran.
3)                  Penugasan
Metode pemberian tugas ini guru meminta siswa untuk mencari contoh gambar mengenai perilaku yang mencerminkan harga diri dan perilaku yang tidak mencerminkan harga diri dilingkungan rumah.
d)   Media Pembelajaran
          Media yang digunakan dalam KD ini adalah media visual berupa:
   
   


B.  Analisis Standar Kompetensi 4. Memiliki kebanggan sebagai bangsa indonesia
1.    Kompetensi Dasar 4.1 Mengenal kekhasan bangsa indonesia, seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)         Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan dalam KD ini adalah heuristik yaitu berpusat pada siswa. Strategi ini menuntut siswa untuk aktif sehingga pembelajaran menekan pada keaktifan siswa. Guru disini sebagai fasilitator yang mendukung jalannya suatu pembelajaran dan memberikan motivasi serta memberi stimulus kepada siswa. Ditunjukan pada kegiatan mengamati gambar, siswa aktif berpendapat dan berpikir tentang apa yang terdapat pada gambar tersebut, sedangkan guru hanya membimbing.
b)         Model Pembelajaran
1)                  Examples non examples
Dalam model ini, guru menyiapkan gambar-gambar yang relevan dengan tujuan pembelajaran (Seperti gambar mengenai kekayaan alam indonesian dsb), kemudian siswa mengamati gambar tersebut dan memberikan tanggapannya mengenai gambar tersebut bisa dengan diskusi kelompok atau secara individu. Diharapkan siswa dapat memperoleh bayangan yang nyata mengenai materi yang diajarkan dan memusatkan pandangan siswa pada materi tersebut sehingga siswa mudah untuk memahami.
2)                  Make a-match (Mencari Pasangan)
Dalam model ini guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Setiap siswa mendapat satu buah kartu kemudian  memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Dari model tersebut diharapkan siswa dapat menguasai semua materi yang tergolong banyak tersebut tetapi siswa tidak bosan karena disajikan dengan permainan yang menyenangkan. Sehingga tujuan pembelajaran tetap dapat tercapai tetapi pembelajaran disajikan secara menyenangkan.
c)         Metode Pembelajaran
1)                  Diskusi
Diskusi yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah diskusi secara global yang melibatkan semua siswa, dengan dibantu oleh guru dengan memberikan bimbingan dan dorongan berupa pancingan-pancingan pada siswa saat melakukan diskusi secara global saat mengamati gambar tentang kekayaan alam, kebinekaan, dan keramahtamahan. Siswa dibimbing untuk masuk ke materi.
2)                  Tanya Jawab
Setelah melakukan model Mencari pasangan, dengan bimbingan oleh guru siswa melakukan suatu tanya jawab tentang kekhasan bangsa indonesia yang berkaitan dengan kegiatan sebelumnya. Sehingga dapat lebih memahami materi setelah kegiatan mencari pasangan.
d)        Media Pembelajaran
Media yang digunakan dalam KD ini adalah media visual. Yaitu berupa:
1)                  Gambar (kebhinekaan, kekayaan alam, dan keramahtamahan).






2)                  Kartu yang berisi konsep/pertanyaan dan jawaban




e)         Penilaian
a)      Kognitif
Skor
Penilaian saat tanya jawab
5
Jawaban tepat
4
Jawaban mendekati jawaban tepat
3
Jawaban kurang tepat
2
Jawaban tidak tepat
1
Tidak menjawab
Nilai = Skor X 2

b)     Afektif
Nama Siswa
Aspek yang dinilai

Skor
Keberanian
Kerjasama
Keaktifan
Kekompakan







Kriteria Penilaian
5 = Sangat baik
4 = Baik
3 = Cukup baik
2 = Kurang baik
1 = Sangat kurang baik
Nilai = Skor x 5
                                                                  








c)      Psikomotorik
Nama
Siswa
Aspek yang dinilai

Jumlah
Percaya diri

Antusias

Ketepatan

Keberanian











Kriteria Penilaian
5 = Sangat baik
4 = Baik
3 = Cukup baik
2 = Kurang baik
1 = Sangat kurang baik

Nilai = Skor x 5
                                   







2.    Kompetensi Dasar 4.2 Menampilkan rasa bangga sebagai anak indonesia
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)         Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan dalam KD ini adalah heuristik yaitu berpusat pada siswa. Strategi ini menuntut siswa untuk aktif sehingga pembelajaran menekan pada keaktifan siswa. Guru disini sebagai fasilitator yang mendukung jalannya suatu pembelajaran dan memberikan motivasi serta memberi stimulus kepada siswa. Ditunjukan pada kegiatan bermain peran, disini siswa aktif untuk mengekspresikan dirinya dalam menampilkan kebanggaan sebagai anak Indonesia.
b)         Model Pembelajaran
Model yang digunakan dalam KD ini adalah Model Role Playing (Soiodrama). Metode sosiodrama (role playing) adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan mendramasisasikan tingkah laku  Metode sosiodrama bertujuan untuk mempertunjukkan suatu perbuatan dari suatu pesan yang ingin disampaikan dari peristiwa yang pernah dilihat.
Dalam model ini siswa menampilkan suatu drama sosial yang skenarionya telah ditentukan sebelumnya oleh guru. Disini siswa menampilkan suatu drama yang menunjukan kebanggaannya sebagai anak indonesia, yang didalamnya terdapat pakaian adat/batik, tarian tradisional, musik tradisional dan lain sebagainya yang merupakan milik dari bangsa indonesia sendiri. Diharapkan akan memberikan kesan yang mendalam kepada siswa karena siswa mengalami atau memainkan sendiri ataupun mengamati sendiri drama sosial yang menunjukan rasa bangga terhadap bangsa indonesia. Sehingga akan tertanam dalam diri siswa rasa bangga sebagai anak indonesia.  
c)         Metode Pembelajaran
1)                  Ceramah
Sebelum dilaksanakannya sosiodrama, guru menjelaskan kompetensi yang dicapai siswa dan guru menjelaskan skenario yang akan dimainkan siswa pada model sosiodrama (Role Playing), Sehingga siswa mengerti alur ceritanya dan apa yang harus diperankan.
2)                  Tanya Jawab
Guru mengadakan tanya jawab setelah dilaksanakannya sosiodrama seputar cerita yang telah dibawakan oleh siswa dan pesan-pesan apa yang terkandung dalam sosiodrama tersebut.
d)        Media Pembelajaran
Media audio yang mendukung jalannya cerita berupa musik latar yang memperkuat jalannya cerita, musik pengiring untuk tarian milik bangsa indonesia dan Lagu milik bangsa indonesia (Seperti lagu rasa sayange dsb).
e)         Penilaian
Ø  Kognitif
Skor
Penilaian saat tanya jawab
5
Jawaban tepat
4
Jawaban mendekati jawaban tepat
3
Jawaban kurang tepat
2
Jawaban tidak tepat
1
Tidak menjawab
Nilai = Skor X 2

Ø  Afektif
Nama Siswa
Aspek yang dinilai

Skor
Keberanian
Kerjasama
Keaktifan
Kekompakan








Kriteria Penilaian
5 = Sangat baik
4 = Baik
3 = Cukup baik
2 = Kurang baik
1 = Sangat kurang baik
Nilai = Skor x 5

                                                                  








Ø  Psikomotorik
Nama
Siswa
Aspek yang dinilai

Jumlah
Percaya diri

Ekspresi

Suara

Lafal









Kriteria Penilaian
5 = Sangat baik
4 = Baik
3 = Cukup baik
2 = Kurang baik
1 = Sangat kurang baik
Nilai = Skor x 5
                                   








BAB III
PENUTUP

B.            Simpulan
Seorang guru harus bisa menganalisis standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan digunakan dalam pengkajian meliputi strategi, model, metode, media, dan penilaian pembelajaran yang tepat untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif serta tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam SK dan KD ini menggunakan metode dan model pembelajaran yang masih terbimbing oleh guru karena kelas rendah belum dapat berpikir sendiri, sehingga siswa aktif dan guru sebagai fasilitator yang membimbing pembelajaran.
Dengan motivasi dan teknik yang baik dalam pemberian materi akan menarik minat siswa untuk belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari. Dalam menyampaikan materi hendaknya guru memberikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswanya dan intonasi yang jelas sehingga siswa mudah menerima materi yang disampaikan oleh gurunya.

C.           Saran
Saran penulis untuk guru, hendaknya dalam pembelajaran menggunakan Strategi yang berpusat pada aktifitas siswa sehingga dapat mengaktifkan siswa sehingga siswa dapat ikut berpartisispasi dalam pembelajaran. Dalam memilih Model dan metode pembelajaran hendaknya sesuai dengan materi pembelajaran serta karakteristik siswa. Media yang digunakan hendaknya media yang mendukung pembelajaran bukan yang menghambat pembelajaran. Sehingga guru dalam memilih meliputi strategi, model, metode, media, dan penilaian pembelajaran sebaiknya mempertimbangkan berbagai aspek yang dapat mendukung atau menghambat pembelajaran.





DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Slamet, dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan 3.  Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar